“Ah sekolah di mana saja gak masalah toh sama-sama belajar!”
Ayah dan Bunda, meski sekolah menjadi tempat belajar namun setiap sekolah memiliki program unggulannya masing-masing. Adapun Khoiru Ummah memiliki ciri khasnya tersendiri, bukan hanya satu bahkan 6 ciri khas. Apa saja ciri khas Khoiru Ummah itu? Yuk, mari kita simak satu persatu.
1. Aqidah Islam menjadi landasan kurikulum STP Khoiru Ummah
Khoiru Ummah hadir sebagai representasi sekolah kurikulum berbasis akidah Islam yang menjadikan Al Qur’an sebagai sumber ilmu sekaligus landasan dalam mencerdaskan akal dan mensholihkan jiwa anak.
2. Kurikulum mandiri
Kurikulum disusun mandiri oleh STP Khoiru Ummah karena semua materi pelajaran yang diberikan diarahkan agar dapat membangun kecerdasan akal dan menshalihkan jiwa. Tentunya selaras dengan fitrah pendidikan anak-anak.
3. Metode belajar dengan metode Talaqiyyan Fikriyan
Metode Talaqqiyan Fikriyan adalah metode penyampaian ilmu kepada siswa sebagai sebuah pemikiran atau konsep sehingga ilmu tersebut menjadi pemikiran siswa (siswa membenarkan ilmu tersebut setelah melakukan proses berpikir). Metode ini bukan hanya meningkatkan taraf dan menambah pengetahuannya, namun metode ini adalah warisan baginda Nabi Saw saat mengajari para sahabat radhiyallahu ‘anhum.
Bahkan Ibnu Khaldun dalam kitabnya, al-Muqaddimah mengatakan:
ولقاء المشيخة مزيد كمال في التعليم والسبب في ذلك أن البشر يأخذون معارفهم وأخلاقهم وما ينتحلونه به من المذاهب والفضائل: تارة علماً وتعليماً وإلقاءً، وتارة محاكاة وتلقيناً بالمباشرة. إلا أن حصول الملكات عن المباشرة والتلقين أشد استحكاماً وأقوى رسوخاً
“Bertemu langsung dengan guru menambah kesempurnaan di dalam pengajaran. Sebabnya adalah bahwa manusia mengambil pengetahuan, akhlak dan berbagai macam kecenderungan berupa mazhab dan keutamaan. Adakalanya dengan cara mengetahui, mengajar dan menyampaikan; adakalanya menceritakan dan menuntun secara langsung.
Namun, hasil kecakapan (ilmu) dari metode secara langsung dan dituntun lebih melekat dan menancap” (Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah, hal. 348)
4. Pendidikan sekolah yang terintegrasi dengan pendidikan di rumah
Aktivitas yang dilakukan anak-anak di rumah maupun di sekolah diarahkan agar mengikuti pola hidup Islami. Rangkaian aktivitas yang tertuang di dalam KHS menjadi panduan anak-anak untuk gemar beramal shalih. Hal ini merupakan efek dari aqidah Islam yang menjadi landasan kurikulumnya. Sehingga berbuah menjadi amal-amal shalih dalam aktivitas harian. Program-program unggulan ini tentunya tidak akan berjalan baik jika hanya dilakukan oleh guru di sekolah. Karena itu, sinergi yang dibangun antara guru dengan orang tua menjadi sebuah keharusan agar tujuan pendidikan dapat terealisasi.
5. Orang tua turut serta memainkan peran sebagai guru di rumah
Sinergi antara orang tua di rumah dan guru di sekolah menjadi salah satu core value STP Khoiru Ummah dalam mendidik generasi. Sehingga orang tua turut serta memainkan peran sebagai guru di rumah.
6. Orang tua tetap menjadi guru pertama dan utama
Meskipun ada guru yang membantu peran orang tua dalam mendidik anak-anak di sekolah, namun peran orang tua sebagai guru pertama dan utama tidak akan pernah bisa tergantikan. Hal ini karena mendidik anak bukan hanya tentang memberikan penjelasan mengenai ilmu pengetahuan atau hal yang baik dan buruk, benar dan salah atau boleh atau tidak untuk dilakukan. Orang tua memainkan peran sebagai teladan bagi anak-anak dalam segala hal. Dikarenakan adanya kecenderungan anak-anak untuk meniru perilaku orang tua mereka, baik dalam hal yang baik maupun yang buruk. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan tindakan dan perilaku mereka sendiri. Ketika anak melihat orang tua mereka mempraktikkan nilai-nilai baik dan Islami dalam kehidupan sehari-hari, mereka akan lebih cenderung mempraktikkannya juga.
#khoiruummah #sekolahtahfizh #sekolahislamterbaik #penghafalquran #hafizhquran

